MA Tarbiyatut Tholabah

MATABAH.COM : Home » Berita

Berita

RIBUAN SANTRI DAN ASATIDZ PONDOK PESANTREN TARBIYATUT THOLABAH GELAR UPACARA HSN

tKranji-Tabah_Post. Sekitar 3000-an santri, guru, dan karyawan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, menggelar upacara bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017, ahad (221017). Upacara diawali dengan kompaknya suara ribuan santri dalam menjawab yel-yel Siapa Kita,,, Santri NU, NKRI... Harga mati, Pancasila... Jaya.

Para santri mengikuti upacara dengan berpakaian ala santri memakai baju koko putih dan sarungan serta songkok hitam nasional, sementara santri putri memakai atasan putih dan bawahan putih. Selain diikuti oleh santri, upacara ini juga diikuti oleh seluruh dewan guru dan pengurus yayasan serta pengasuh pondok pesantren.

Ketua yayasan H. Fathur Rohman selaku inspektur upacara menyampaikan, Hari ini merupakan tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tutur beliau dalam membacakan naskah ketua PBNU.

hsn

Ada pemandangan yang berbeda dalam upacara kali ini, para peserta upacara memberikan tepuk tangan yang meriah kepada petugas upacara, setelah mereka mengetahui bahwa seluruh petugas upacara adalah kepala madrasah dan pengurus yayasan. (CRK)

PERDANA: KEPALA BARU JADI INSPEKTUR UPACARA

upacaraKranji-Tabah.Post. Ada yang berbeda dalam upacara bendera kali ini sabtu (211017). Dalam upacara rutin yang diselenggarakan tiap hari sabtu di halaman MA Tarbiyatut Tholabah Kranji, pertama kalinya kepala baru MA Tarbiyatut Tholabah H. Mahbub Junaidi, M.Pd.I menjadi Inspektur upacara.

Sebagai amanat perdananya, beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya menjadi kepala madrasah baru, dan memintak kerjasamanya khususnya kerjasama siswa-siswi dalam memajukan MA Tabah tercinta.

Dalam lanjutan amanatnya, beliau juga menyinggung momentum Hari Santri Nasional yang akan diselenggarakan besok ahad (22-10-17). Sebagai siswa dan santri yang baik kita harus ingat bahwa perjuangan resolusi jihad yang dilakukan para pendahulu kita sangatlah penting untuk kita peringati. “ Maka dengan diperingatinya Hari santri Nasional, kita sebagai santri harus mengetahui apa makna santri”, Tutur beliau.

Dibagian akhir pria yang berumur 40 ini menukil ucapan  Almaghfurlah KH Baqir Adelan salah satu pengasuh pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah tentang arti santri, SANTRI mempunyai arti yang pertama “S” Salim al aqli wal al jismi (sehat akal dan jasmani), jadi santri harus siap dan mampu diajak mikir yang serius, tidak main-main. Yang ke dua “A” Amin (dapat dipercaya) artinya jadi Santri harus jujur. Yang ketiga “N” Nashih / Naib (Pemberi nasihat) artinya Jadi santri itu harus siap memberi nasehat ketika kembali ke kampung halamannya atau Naib alias santri harus siap jadi badal, alias badal kiai di saat beliau punya udzur. Yang keempat “T” Taib, jadi santri harus sering taubat marang pengeran, sebab murid iku paling banyak pahalanya dan paling enak beribadah. Yang kelima “R” Ridlo/Riyadhoh, jadi santri kudu ridlo ketika Kiai dan Zurriyahnya mengutus, maka harus ridlo jangan menggerutu atau tidak ikhlas. Riyadhoh artinya jadi santri harus mau riyadhoh, Puasa senin dan kamis salah satunya. Yang terakhir “I” Istiqomah/Ijtihad : sebagai semua hal harus dilaksanakan dengan istiqomah. Atau Ijtihad artinya santri kalau ingin benar-benar mondok hanya karena ikut-ikutan temannya. “Sebagai siswa atau santri yang baik harus mempunyai prinsip “man jadda wa jadda” siapa yang serius, maka insya allah dia akan mendapatkan hasil yang terbaik, nasehat beliau. (CRK)

MAHBUB JUNAIDI RESMI DILANTIK MENJADI KEPALA MA TARBIYATUT THOLABAH

PELANTIKANKranji-Tabah.Post.-  Ketua Yayasan Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan melantik H. Mahbub Junaidi, M.Pd.I sebagai Kepala MA Tarbiyatut Tholabah pada Rabo(18/10) pukul 11.00 WIB di Gedung Aula Tarbiyatut Tholabah.

Pelantikan yang dihadiri 300 undangan dari guru dan pengurus yayasan berjalan khidmat sampai selesai. Acara tersebut juga melantik Kepala Madrasah Tsanawiyah untuk masa abdi 2017-2021.

Dalam pelantikan, Mahbub Junaidi mengikuti pembacaan sumpah jabatan yang dibacakan langsung oleh Ketua yayasan H Fathur Rahman. Dalam sumpah jabatannya Mahbub Berjanji akan menjunjung tinggi ajaran Islam dan ideologi Pancasila.

“Saya berjanji bahwa saya dalam menerima jabatan Kepala Madrasah Aliyah akan menjunjung tinggi

ajaran Islam Ahlussunnah wal Jama’ah dan ideologi Pancasila dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,”  Kata Mahbub mengikuti ketua Yayasan.

Selanjutnya kepala MA yang baru melakukan penandatanganan berita acara pelantikan dan serah terima jabatan dari kepala MA Lama. (CRK)

 < 1 2 3 4 5 >  Akhir