MA Tarbiyatut Tholabah

MATABAH.COM : Home » Berita

Berita

SOCIAL STUDENT BERBAGI KE ANAK YATIM

santunanKranji-Tabah_Post.  Siswa siswi program IPS MA Tarbiyatut Thoabah Kranji melaksanakan Bakti Sosial yang Perdana di Gedung Aula Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan pada hari Jum’at (27/10/17).

Kegiatan yang dihadiri 200 lebih siswa-siswi jurusan IPS dan 38 anak yatim Piatu tersebut dapat terselenggara dengan baik dan lancar berkat kekompakan pengurus Unit Kegiatan Sekolah “SOCIAL STUDENT” . “Kami salut dan bangga hari ini social student mampu bersilaturrohim dan berbagi kasih dengan anak-anak yatim piatu desa kranji dan sekitarnya, mudah-mudahan ini menjadi kegiatan yang barokah dan bermanfaat”, ujar Khoirul Amin, selaku wakil kepala bidang Kesiswaan dalam sambutan mewakili kepala madrasah.

Organisasi milik anak-anak jurusan IPS ini mampu mengumpulkan dana yang didapat dari  iuran siswa perkelas, menjual beraneka macam snack, dan bantuan dari Madrasah.  “kami dan teman-teman sangat semangat dalam mengumpulkan dana hanya ditujukan untuk berbagi dengan anak anak yatim disekitar kranji”, ucap Nur Rusman salah satu pengurus.

Sesuai dengan tema "suatu langkah kecil dengan keperdulian yang besar" mereka sangat berantusias mengundang 38 anak anak yatim dari mandiri sanggar jenius cabang Paciran. Untuk menjalin keakraban, ditengah tengah acara mereka memberikan doorprice kepada adik adik dari mandiri sanggar jenius untuk menjawab pertanyaan yang sudah disiapkan.

Acara tersebut berlangsung khidmah dengan mendengarkan tausiah Ust. M. Nashiruddin, M.HUM. "ayo kita galakkan bershodaqoh " nasihat  beliau. Disamping itu beliau juga menjelaskan beberapa hadist tentang keutamaan bershodaqoh, orang yang suka bershodaqoh maka ia akan menjadi qoribun min Allah (dekat dengan Allah), qoribun min an-nas (dekan dengan manusia, qoribun min al- jannah (dekat dengan syurga) dan terakhir ba'idun min an-nar ( jauh dari neraka), tutur beliau.

Selain itu, Partisipasi dari alumni IPS 2016-2017 juga sangat antusias mendukung kegiatan ini. “Kami datang jauh jauh dari tempat kuliah kami untuk memberi semangat pada adik adik kami karena acara ini sangat menginspirasi”, kata safitri.

Diakhir acara, panitia membagikan hadiah dan souvenir beserta  coklat favorit untuk adik adik dari mandiri sanggar jenius. Senyum mereka membuat acara ini berakhir dengan sangat hangat dan syahdu. (HS)

RIBUAN SANTRI DAN ASATIDZ PONDOK PESANTREN TARBIYATUT THOLABAH GELAR UPACARA HSN

tKranji-Tabah_Post. Sekitar 3000-an santri, guru, dan karyawan pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Paciran Lamongan, menggelar upacara bersama dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2017, ahad (221017). Upacara diawali dengan kompaknya suara ribuan santri dalam menjawab yel-yel Siapa Kita,,, Santri NU, NKRI... Harga mati, Pancasila... Jaya.

Para santri mengikuti upacara dengan berpakaian ala santri memakai baju koko putih dan sarungan serta songkok hitam nasional, sementara santri putri memakai atasan putih dan bawahan putih. Selain diikuti oleh santri, upacara ini juga diikuti oleh seluruh dewan guru dan pengurus yayasan serta pengasuh pondok pesantren.

Ketua yayasan H. Fathur Rohman selaku inspektur upacara menyampaikan, Hari ini merupakan tahun ketiga Keluarga Besar Nahdlatul Ulama dan seluruh rakyat Indonesia memperingati Hari Santri. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri tanggal 22 Oktober 2015 yang bertepatan dengan tanggal 9 Muharram 1437 Hijriyah merupakan bukti pengakuan negara atas jasa para ulama dan santri dalam perjuangan merebut, mengawal, mempertahankan, dan mengisi kemerdekaan. Pengakuan terhadap kiprah ulama dan santri tidak lepas dari Resolusi Jihad yang dikumandangkan Hadlaratus Syeikh KH. Hasyim Asy’ari, Rais Akbar Nahdlatul Ulama, pada 22 Oktober 1945. Di hadapan konsul-konsul Nahdlatul Ulama seluruh Jawa-Madura, bertempat di Kantor Hoofdbestuur Nahdlatoel Oelama di Jl. Boeboetan VI/2 Soerabaja, Fatwa Resolusi Jihad NU digaungkan dengan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan: 

..Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang haroes dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata ataoe tidak) bagi jang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran tadi, kewadjiban itoe djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep kalaoe dikerdjakan sebagian sadja…).”  

Tanpa Resolusi Jihad NU dan pidato Hadlaratus Syeikh yang menggetarkan ini, tidak akan pernah ada peristiwa 10 November di Surabaya yang kelak diperingati sebagai Hari Pahlawan. Tutur beliau dalam membacakan naskah ketua PBNU.

hsn

Ada pemandangan yang berbeda dalam upacara kali ini, para peserta upacara memberikan tepuk tangan yang meriah kepada petugas upacara, setelah mereka mengetahui bahwa seluruh petugas upacara adalah kepala madrasah dan pengurus yayasan. (CRK)

PERDANA: KEPALA BARU JADI INSPEKTUR UPACARA

upacaraKranji-Tabah.Post. Ada yang berbeda dalam upacara bendera kali ini sabtu (211017). Dalam upacara rutin yang diselenggarakan tiap hari sabtu di halaman MA Tarbiyatut Tholabah Kranji, pertama kalinya kepala baru MA Tarbiyatut Tholabah H. Mahbub Junaidi, M.Pd.I menjadi Inspektur upacara.

Sebagai amanat perdananya, beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang sebanyak-banyaknya kepada semua pihak yang telah mendukung dirinya menjadi kepala madrasah baru, dan memintak kerjasamanya khususnya kerjasama siswa-siswi dalam memajukan MA Tabah tercinta.

Dalam lanjutan amanatnya, beliau juga menyinggung momentum Hari Santri Nasional yang akan diselenggarakan besok ahad (22-10-17). Sebagai siswa dan santri yang baik kita harus ingat bahwa perjuangan resolusi jihad yang dilakukan para pendahulu kita sangatlah penting untuk kita peringati. “ Maka dengan diperingatinya Hari santri Nasional, kita sebagai santri harus mengetahui apa makna santri”, Tutur beliau.

Dibagian akhir pria yang berumur 40 ini menukil ucapan  Almaghfurlah KH Baqir Adelan salah satu pengasuh pondok pesantren Tarbiyatut Tholabah tentang arti santri, SANTRI mempunyai arti yang pertama “S” Salim al aqli wal al jismi (sehat akal dan jasmani), jadi santri harus siap dan mampu diajak mikir yang serius, tidak main-main. Yang ke dua “A” Amin (dapat dipercaya) artinya jadi Santri harus jujur. Yang ketiga “N” Nashih / Naib (Pemberi nasihat) artinya Jadi santri itu harus siap memberi nasehat ketika kembali ke kampung halamannya atau Naib alias santri harus siap jadi badal, alias badal kiai di saat beliau punya udzur. Yang keempat “T” Taib, jadi santri harus sering taubat marang pengeran, sebab murid iku paling banyak pahalanya dan paling enak beribadah. Yang kelima “R” Ridlo/Riyadhoh, jadi santri kudu ridlo ketika Kiai dan Zurriyahnya mengutus, maka harus ridlo jangan menggerutu atau tidak ikhlas. Riyadhoh artinya jadi santri harus mau riyadhoh, Puasa senin dan kamis salah satunya. Yang terakhir “I” Istiqomah/Ijtihad : sebagai semua hal harus dilaksanakan dengan istiqomah. Atau Ijtihad artinya santri kalau ingin benar-benar mondok hanya karena ikut-ikutan temannya. “Sebagai siswa atau santri yang baik harus mempunyai prinsip “man jadda wa jadda” siapa yang serius, maka insya allah dia akan mendapatkan hasil yang terbaik, nasehat beliau. (CRK)

 < 1 2 3 4 >  Akhir