MA Tarbiyatut Tholabah

MATABAH.COM : Home » Berita

Berita

Kerjasama Kemdiknas-KPK: 2011, Pendidikan Antikuropsi Diluncurkan

Menteri Pendidikan Nasional (Mendiknas) Mohammad Nuh menyambangi kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Senin (6/9/2010). Namun, kedatangan Mendiknas tidak dalam kaitan proses penyelidikan ataupun penyidikan kasus korupsi yang ditangani oleh KPK, melainkan untuk membahas program kerjasama antara Kementrian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan KPK dalam pendidikan antikorupsi.

” Kata kuncinya, 15-20 tahun korupsi tidak jamannya lagi mulai pra sekolah dan perguruan tinggi, kita juga melibatkan masyarakat.”   Mohammad Nuh

Rencananya, pendidikan anti korupsi akan dimasukan dalam kurikulum dari tingkat pra sekolah hingga perguruan tinggi. “Kami hadir di KPK untuk menyiapkan program, pendidikan anti korupsi jadi pendidikan karakter yang dimulai pada tahun ajaran 2011,” tutur Nuh kepada wartawan selepas pertemuan dengan Wakil Ketua KPK Haryono Umar.

Nuh mengungkapkan, pihak KPK telah sepakat membentuk tim kecil dengan Kemdiknas untuk membahas substansi kurikulum dan evaluasi tentang pendidikan antikorupsi tersebut. “Kata kuncinya, 15-20 tahun korupsi tidak jamannya lagi mulai pra sekolah dan perguruan tinggi, kita juga melibatkan masyarakat,” tuturnya.

Menurutnya, pendidikan antikorupsi tidak harus menjadi mata pelajaran secara terpisah, namun bisa dimasukan ke dalam silabus-silabus mata pelajaran. Pihaknya pun menekankan, program pendidikan antikorupsi dimasukan dalam pembentukan karakter di kurikulum sekolah.

Sementara itu, Wakil Ketua KPK, Haryono Umar, yang ditemui bersama-sama dengan Mendiknas mengungkapkan, pihaknya juga membina kerjasama dengan Kemdiknas dalam hal pelaporan gratifikasi atau laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN).

8 Siswa Terbaik Perkuat Tim Indonesia

Sebagai tuan rumah Olimpiade Ilmu Kebumian Tingkat Internasional (International Earth Science Olympiad/IESO) ke-4 tahun ini, tim Indonesia akan diwakili oleh 8 siswa-siswi terbaiknya. Pada keikutsertaan IESO pertama di Korea Selatan, Indonesia meraih prestasi 4 medali perunggu, sedangkan pada IESO ke-3 di Taiwan, Indonesia meraih satu perak dan dua perunggu. Siswa-siswi yang akan memperkuat tim Indonesia di IESO 2010 ini antara lain adalah Ardy Ramadhan (SMAN 48 Jakarta), Asri Oktavioni (SMAN 8 Jakarta), Ega Gita Prasastia (SMAN 2 Purwokerto), Fajar Febiani Amanda (SMAN 1 Banjarnegara), I Wayan Punia Raharja (SMAN 1 Amlapura), Kamil Ismail (MAN Insan Cendikia Serpong Banten), Mikey (SMAN 1 Pekanbaru), dan Rio Priandri nugroho (SMAN 3 Yogyakarta). Adapun tim pembina yang akan mendampingi mereka adalah Saptono Budi Samodra dari Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. Hakim L. Malasan dari Jurusan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB), Joko Wiratmo dari Jurusan Meteorologi ITB, serta Warsito Atmojo dari Jurusan Oseanologi Universitas Diponegoro (Undip). “Serangkaian kegiatan pembinaan dan proses seleksi telah diikuti dengan baik oleh siswa Indonesia yang terpilih mewakili Indonesia,” ujar Saptono Budi Samodra, salah satu dosen pembina IESO 2010, di Jakarta, Senin (6/9/2010). Menurutnya, para siswa telah berusaha keras menguasai materi, karena hampir semua materi yang diberikan selama pembinaan memang tidak didapatkan di bangku sekolah. Proses seleksi IESO tahun ini, lanjut dia, dilakukan lebih selektif dengan empat kali proses penyaringan. “Pembinaan pertama menyeleksi 32 siswa menjadi 22, lalu menjadi 15 orang, kemudian 10 orang hingga akhirnya terpilih 8 orang siswa pada seleksi tahap ke IV. Merekalah yang menjadi wakil Indonesia,” kata Saptono. Nantinya, kedelapan siswa tersebut akan dibagi menjadi dua tim, yakni tim A dan tim B. Masing-masing tim diperkuat oleh 4 orang. “Tim A akan menjadi tim inti yang akan masuk dalam hitungan perolehan medali, sedangkan tim B hanyalah sebagai tim tamu atau observer,” jelas Saptono. Untuk persiapan akhir, kedelapan siswa Indonesia tersebut masih akan mengikuti tahap pembinaan atau proses pemantapan akhir yang akan dilakukan setelah perayaaan Idul Fitri pekan depan. Diberitakan sebelumnya di Kompas.com, Senin (6/9/2010), Indonesia akan menjadi tuan rumah Olimpiade Ilmu Kebumian Tingkat Internasional (International Earth Science Olympiad/IESO) ke-4 yang akan diselenggarakan di Yogyakarta, 19-8 September 2010. IESO adalah kompetisi siswa tingkat sekolah menengah atas (SMA) di bidang ilmu kebumian yang meliputi geologi, geofisika, oseanografi, meteorologi, serta astronomi.

Homeschooling vs Sekolah Umum

pendidikan yang paling terkenal dan diakui masyarakat adalah sistem sekolah atau pendidikan formal baik yang diselenggarakan pemerintah maupun swasta. Sekolah umum seringkali dipandang sebagian orang lebih valid dan disukai. Namun bagi sebagian orang, sistem sekolah umum merupakan sekolah yang tidak memuaskan bagi perkembangan diri anak. Sekolah umum menjadi kambing hitam atas output yang dikeluarkannya. Hal ini terlihat dari output pendidikan formal banyak menjadi koruptor, pelaku mafia peradilan, politisi pembohong, dan penipu kelas kakap. Alasan kekecewaan itulah memicu keluarga-keluarga memilih sekolah rumah alias homeschooling sebagai pendidikan alternatif. Pada hakekatnya, baik homeschooling maupun sekolah umum, sama-sama sebagai sebuah sarana untuk menghantarkan anak-anak mencapai tujuan pendidikan seperti yang diharapkan. Namun homeschooling dan sekolah memiliki perbedaan. Pada sistem sekolah, tanggung jawab pendidikan anak didelegasikan orang tua kepada guru dan pengelola sekolah. Pada homeschooling, tanggung jawab pendidikan anak sepenuhnya berada di tangan orang tua. Sistem di sekolah terstandardisasi untuk memenuhi kebutuhan anak secara umum, sementara sistem pada homeschooling disesuaikan dengan kebutuhan anak dan kondisi keluarga. Pada sekolah, jadwal belajar telah ditentukan dan seragam untuk seluruh siswa. Pada homeschooling jadwal belajar fleksibel, tergantung pada kesepakatan antara anak dan orang tua.

Awal  < 7 8 9